Nah, setelah kita membahas cara memilih peralatan susu pendamping, kini cara merawatnya. Mam mungkin sering bertanya-tanya apakah perlu disterilisasi setiap kali menggunakan atau tidak, bagaimana cara menyiapkan susu dan sebagainya. Yuk simak carapintarmam berikut.
Perlu Tidaknya Sterilisasi Botol Susu
Sebelum digunakan untuk pertama kali, Mam wajib melakukan sterilisasi botol dan puting botol. Rebus peralatan ini selama lima menit. Setelah itu pada penggunaan berikutnya Mam tidak perlu melakukan sterilisasi lagi saat mau memberikan susu pada si kecil. Cukup cuci peralatan dengan air sabun yang dan air panas setelah digunakan. Pastikan dicuci sampai bersih karena bisa menjadi sarang berkembangbiaknya bakteri.
Cara Membuat Susu Pendamping

Pastikan Mam mengikuti prosedur di kemasan susu seperti jumlah bubuk susu dan air yang dibutuhkan. Kalau Mom takut airnya tidak sehat, bisa disterilkan dengan cara berikut:
- Tuangkan air dingin ke panci
- Panaskan dengan api sedang
- Biarkan air mendidih selama satu menit
- Biarkan air dingin sampai suhu ruangan
Mam bisa melakukan tes dengan cara menuangkan beberapa tes ke telapak tangan, kalau masih bau menyengat (bau habis dipanaskan), berarti masih terlalu panas untuk si kecil. Kalau sudah dingin, jangan dibiarkan lebih dari 30 menit karena Mam tidak bisa mencampurnya dengan susu.
Jika Mom sudah mencampurnya dengan susu pendamping, disarankan meminumkannya langsung tanpa menaruhnya di kulkas atau dihangatkan. Kalau ingin disimpan di kulkas, sebaiknya tidak lebih dari 1 jam setelah dibuat. Buang susu kalau sudah di dalam suhu ruang lebih dari sejam. Selain itu, kalau susu ini tidak dihabiskan, jangan disimpan atau diberikan lagi pada si kecil.
Menggunakan susu memang bukanlah hal yang mudah, bahkan cenderung ribet. Akan tetapi Mom akan terbiasa memahami porsi susu si kecil setelah beberapa waktu. Yang paling penting, jaga kebersihan peralatan susu sekaligus airnya. Patuhi cara membersihkan peralatan dan juga cara membuat susu agar si kecil tidak mudah sakit karena bakteri.
